Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Kota Pariaman resmi memasuki usia ke-23

Shoppe Mall

Pariaman 23 Tahun: Dari Kota Pesisir Menjadi Magnet Wisata dan Inovasi Pesisir Barat Sumatera

iNews Pariaman- Hari ini, Kota Pariaman resmi memasuki usia ke-23 sejak dimekarkan dari Kabupaten Padang Pariaman pada 2 Juli 2002. Usia ini bukan sekadar angka, tapi menjadi penanda perjalanan panjang sebuah kota yang terus bertransformasi, berbenah, dan bertumbuh dari waktu ke waktu.

Sejak diresmikan sebagai kota otonom, Pariaman memasuki babak baru dalam pengelolaan pemerintahan dan pembangunan daerah. Otonomi memberi ruang lebih luas bagi daerah untuk menentukan arah kebijakan yang berpihak pada kepentingan lokal, serta mempercepat pertumbuhan di segala sektor.

Shoppe Mall
 Kota Pariaman resmi memasuki usia ke-23
Kota Pariaman resmi memasuki usia ke-23

Baca Juga : Inter Milan Kandas, Chivu: Ini Bukan Akhir, Tapi Titik Awal Membangun Ulang Tim


Dari Kota Kecil ke Destinasi Strategis

Dua dekade lalu, Pariaman hanyalah sebuah kota pesisir yang masih terbatas dari segi infrastruktur dan pelayanan publik. Akses jalan belum memadai, pusat ekonomi belum terbentuk, dan potensi wisata belum tergarap optimal. Namun, dengan kepemimpinan yang konsisten dan dukungan masyarakat yang solid, wajah kota perlahan berubah.

Kini, Kota Pariaman dikenal sebagai salah satu daerah tujuan wisata unggulan di Sumatera Barat. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Yota Balad dan Wakil Wali Kota Mulyadi, pembangunan terus digerakkan secara terintegrasi, dari sektor pariwisata, pendidikan, ekonomi kreatif, hingga digitalisasi layanan.


Pantai Gandoriah, Simbol Kebangkitan Pariwisata

Salah satu tonggak penting dalam sejarah pembangunan kota adalah revitalisasi Pantai Gandoriah. Kawasan ini yang dulunya biasa saja, kini menjelma sebagai ikon wisata yang memikat ribuan pengunjung setiap pekan. Dari pasir putih hingga dermaga ke Pulau Angso Duo, Pantai Gandoriah bukan hanya menyajikan keindahan, tapi juga menghidupkan ekonomi lokal.

Tak berhenti di situ, pemerintah juga mengembangkan destinasi lain seperti Talao Pauh, Pulau Angso Duo, dan muara sungai Pariaman. Semua lokasi ini disulap menjadi titik-titik wisata yang tidak hanya menarik dari sisi visual, tetapi juga mendorong tumbuhnya UMKM dan ekonomi kreatif masyarakat pesisir.


Infrastruktur Tumbuh, Layanan Publik Semakin Inklusif

Perkembangan tidak hanya terjadi di sektor wisata. Pemerintah Kota juga berhasil memperluas pembangunan infrastruktur dasar. Hadirnya jalan lingkar kota, terminal terpadu, revitalisasi pasar rakyat, serta pembangunan sekolah dan rumah sakit, menunjukkan komitmen untuk menjadikan Pariaman sebagai kota layak huni.

Pariaman bahkan menjadi pelopor dalam penerapan layanan publik berbasis digital di Sumbar. Sistem administrasi kependudukan, pengaduan masyarakat, hingga informasi terbuka kini bisa diakses secara online, sejalan dengan visi smart city yang transparan dan responsif.


Pendidikan dan Pemuda Jadi Pilar Masa Depan

Di bidang pendidikan, berbagai program prioritas terus digalakkan. Mulai dari peningkatan fasilitas sekolah, pemberian beasiswa, pelatihan vokasi, hingga penguatan pendidikan karakter. Pemerintah ingin memastikan setiap anak Pariaman tumbuh dengan daya saing tinggi dan rasa cinta terhadap kotanya.

Untuk generasi muda, Pemkot aktif menggelar program kreativitas pemuda, olahraga, seni, dan budaya. Festival Tabuik sebagai warisan budaya takbenda Indonesia terus dilestarikan dan dipromosikan ke tingkat nasional dan internasional, menjadi kebanggaan kolektif warga Pariaman.


Tantangan Masa Kini dan Harapan Masa Depan

Meski banyak pencapaian yang diraih, perjalanan Kota Pariaman tentu belum selesai. Tantangan ke depan semakin kompleks. Kota ini harus menghadapi isu perubahan iklim, urbanisasi, keterbatasan lapangan kerja, hingga tuntutan daya saing global.

Oleh karena itu, HUT ke-23 ini menjadi momentum reflektif. Pemerintah dan masyarakat perlu merumuskan strategi pembangunan yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan inklusif. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menghadapi dinamika zaman yang terus bergerak.


Pariaman Maju” Bukan Slogan, Tapi Komitmen Bersama

Dengan semangat “Pariaman Maju”, ulang tahun ke-23 bukan sekadar seremoni. Ia adalah simbol kebangkitan, evaluasi, dan optimisme bersama. Kota ini telah membuktikan bahwa daerah pesisir yang dulu dipandang sebelah mata, kini menjadi magnet wisata, investasi, dan hunian yang menjanjikan.

Masyarakat pun mulai merasakan dampak positif pembangunan. Pariaman kini tak lagi hanya kota singgah, tapi telah bertransformasi sebagai kota tujuan—bagi wisatawan, pelaku usaha, maupun generasi muda yang ingin membangun masa depan di tanah kelahirannya.


Selamat Ulang Tahun ke-23 Kota Pariaman!

Semoga perjalanan panjang ini terus terarah. Semoga semangat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat. Dan semoga Kota Pariaman terus berjaya sebagai kota beridentitas, inklusif, cerdas, dan berkelanjutan di pesisir barat Sumatera.

Selamat ulang tahun, Kota Pariaman! Mari melangkah lebih jauh, lebih baik, dan lebih berdaya.

Shoppe Mall