Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Semester Genap Berakhir dengan Warisan Hijau Program Sasisepo di SDN 08 Sarilamak

Semester Genap Berakhir dengan Warisan Hijau Program Sasisepo di SDN 08 Sarilamak

Shoppe Mall

UPTD SD Negeri 08 Sarilamak: Merawat Bumi dengan Sasisepo di Akhir Perjuangan Semester

iNews Pariaman– Semester genap selalu menjadi puncak perjuangan akademik bagi siswa Sekolah Dasar. Sebuah periode yang diwarnai dengan ketekunan, persiapan, dan deretan ujian yang menguji pemahaman dan kemampuan mereka. Di UPTD SD Negeri 08 Sarilamak, semangat ini terasa begitu kental. Para siswa kelas enam dengan penuh antusias menjalani rangkaian ujian yang dimulai dengan Try Out (TO) pada Maret, dilanjutkan dengan Ujian Sekolah (US) di awal Mei, yang keduanya menguji sepuluh mata pelajaran inti, mulai dari Pendidikan Agama Islam, Matematika, hingga Budaya Alam Minangkabau.

Namun, perjalanan mereka belum berakhir. Tantangan selanjutnya adalah Ujian Praktek, yang mengasah tidak hanya pengetahuan teoritis tetapi juga keterampilan nyata. Empat mata pelajaran diuji dalam sesi ini: praktek ibadah shalat dalam Pendidikan Agama Islam, menjahit dan menyanyi lagu wajib dalam Seni Budaya, keterampilan olahraga seperti passing bola voli dalam PJOK, dan yang paling menarik, penerapan ilmu langsung dalam Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Shoppe Mall
Semester Genap Berakhir dengan Warisan Hijau Program Sasisepo di SDN 08 Sarilamak
Semester Genap Berakhir dengan Warisan Hijau Program Sasisepo di SDN 08 Sarilamak

Baca Juga: Di Tengah Maraknya Konten Tak Santun, Pemprov Sumbar Siapkan SE Gubernur

Tahun ini, ujian praktek IPA di SD Negeri 08 Sarilamak menghadirkan dua materi. Pertama, adalah membuat rangkaian listrik paralel. Dengan penuh konsentrasi, para siswa menyambungkan kabel, bola lampu, dan baterai, menunjukkan pemahaman mereka tentang konsep kelistrikan dengan hasil yang memuaskan.

Yang kedua, dan inilah yang menjadi daya tarik utama, adalah materi perkembangbiakan tumbuhan. Jika tahun-tahun sebelumnya siswa melakukan pencangkokan dan membawa pulang hasilnya, tahun ini sekolah melakukan terobosan inovatif dan penuh makna melalui program “Sasisepo” (SAtu SIswa SEbatang POhon).

Sasisepo: Dari Ujian Praktek Menjadi Gerakan Cinta Lingkungan

Program Sasisepo dirancang untuk mentransformasikan ujian praktek yang biasa menjadi sebuah aksi nyata pelestarian lingkungan. Alih-alih mencangkok, setiap siswa kelas enam diberi tanggung jawab untuk menanam biji dari tanaman tua dan berumur panjang di rumah mereka masing-masing sejak awal Maret. Mereka menggunakan polybag atau memanfaatkan wadah bekas seperti kemasan sabun cuci atau minyak goreng, mengajarkan nilai daur ulang sejak dini.

Setelah melalui proses perawatan selama beberapa minggu, bibit-bibit yang telah tumbuh hijau itu tidak dibawa pulang, melainkan dibawa ke sekolah untuk ditanam di lingkungan sekolah pada hari ujian praktek. Inilah momen puncak yang penuh sukacita. Dengan membawa berbagai bibit tanaman buah—seperti durian, alpukat (pokat), manggis, dan sirsak—para siswa berkumpul di area yang telah disiapkan.

Dibimbing langsung oleh Wirdalili, S.Pd, wali kelas VI, para siswa dengan semangat tinggi mulai bercocok tanam. Di bawah terik matahari, mereka bergotong-royong membuat lubang, melepas polybag, dan menanam bibit yang mereka rawat sendiri dengan penuh kasih sayang. Setiap siswa menanam bibitnya sendiri, menciptakan ikatan emosional antara mereka dengan pohon yang akan tumbuh besar nantinya. Untuk melindungi bibit dari hewan ternak, mereka membuat pagar sederhana dari alat-alat yang telah mereka bawa dari rumah.

Kecil Menanam, Dewasa Memanen: Sebuah Warisan untuk Masa Depan

Setelah semua bibit tertanam rapi, para siswa dikumpulkan untuk refleksi. Mereka diberi pengarahan bahwa Sasisepo bukan sekadar proyek sekolah, tetapi sebuah filosofi hidup: “Kecil Menanam, Dewasa Memanen.” Program ini bertujuan menanamkan kebiasaan mencintai lingkungan, tanggung jawab, dan harapan bahwa suatu hari nanti, mereka akan kembali dan melihat hasil jerih payah mereka telah tumbuh menjadi pohon yang rindang dan berbuah.

Gerakan Sasisepo di UPTD SD Negeri 08 Sarilamak adalah contoh brilian bagaimana pendidikan tidak hanya berfokus pada angka dan nilai ujian, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepedulian sosial-lingkungan. Ini membuktikan bahwa sekolah tidak hanya mencetak siswa yang pandai secara akademik, tetapi juga warga negara yang bertanggung jawab terhadap kelestarian bumi.

Pohon-pohon yang ditanam itu akan menjadi saksi bisu perjuangan mereka di semester genap, sekaligus warisan hijau yang akan dinikmati oleh generasi-generasi mendatang di Sarilamak. UPTD SD Negeri 08 Sarilamak tidak hanya mengadakan ujian, tetapi telah menanam harapan, pohon, dan masa depan. Bravo untuk inovasi dan semangat cinta lingkungannya!

Shoppe Mall