Resmi Ditabuh, Liga Askot PSSI Payakumbuh Meriah: Cetak Atlet Berbakat, Kukuhkan Juara Berkarakter
iNews Pariaman– Sorak semangat anak-anak menggema di Lapangan Porseba, Kelurahan Subarang Batuang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Minggu (21/9/2025). Suasana pagi yang biasanya tenang berubah menjadi arena sukacita dan antusiasme, menandai dimulainya sebuah event olahraga yang dinanti-nanti: Liga Askot (Asosiasi Kota) PSSI Payakumbuh Tahun 2025.
Dengan seragam kebanggaan masing-masing yang berwarna-warni, para pesepak bola muda itu berdiri tegak penuh percaya diri. Sorotan mata mereka yang berbinar mengisyaratkan tekad dan kebanggaan menjadi bagian dari kompetisi bergengsi tingkat kota ini. Liga yang diikuti oleh 12 Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Kota Payakumbuh ini menjadi ajang pertemuan bakat-bakat muda terbaik dalam empat kelompok umur: U-10, U-12, U-14, dan U-16. Sejak detik-detik awal acara pembukaan, gelora kompetisi dan persahabatan telah terasa hangat. Anak-anak ini, dengan bola sebagai sumber semangat, tak sabar menunggu giliran untuk turun membuktikan kemampuan di atas lapangan hijau.
Dukungan Penuh Pemerintah Kota
Keberhasilan sebuah kompetisi tidak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak. Acara pembukaan ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, yang secara resmi membuka gelaran liga. Kehadirannya bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap pembinaan olahraga, khususnya sepak bola, sejak usia dini.
Baca Juga: Bunyi Lonceng Peringatan di Lubuk Alung Jadi Pengingat Keselamatan Bersama KAI
Dalam sambutannya yang penuh motivasi, Elzadaswarman menekankan bahwa liga ini memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar memperebutkan gelar juara. Ia menyebut ajang ini sebagai ruang pendidikan karakter yang sangat berharga.
“Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Bertandinglah penuh semangat dan percaya diri. Ingatlah, juara sejati bukan hanya yang menang di pertandingan, tetapi juga yang menjunjung tinggi nilai sportivitas, kejujuran, kerja sama, dan persaudaraan,” tegasnya, menyentuh esensi dari olahraga itu sendiri.
Pesan penting juga disampaikannya kepada para pelatih dan pembina yang menjadi ujung tombak pembentukan atlet. “Tugas kita bukan sekadar mencetak atlet yang terampil mengolah bola, tetapi yang lebih utama adalah membentuk pribadi anak-anak yang berkarakter kuat, disiplin, dan bertanggung jawab. Mereka adalah masa depan bangsa,” ujar Elzadaswarman.
Tak lupa, ia memberikan apresiasi khusus kepada para orang tua yang setia mendampingi anak-anak mereka dari pinggir lapangan. “Doa, dukungan, dan kehadiran bapak dan ibu adalah energi yang sangat besar bagi anak-anak. Jerih payah dan semangat Anda memberi kekuatan luar biasa untuk mereka terus berlatih, bertanding, dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik,” tutup Wakil Wali Kota.
Komitmen Kolektif untuk Sepak Bola Muda
Dukungan terhadap Liga Askot PSSI Payakumbuh 2025 juga ditunjukkan dengan kehadiran para pejabat dan tokoh olahraga setempat. Tampak hadir Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Ketua KONI Kota Payakumbuh, Ketua Askot PSSI Payakumbuh, Camat Payakumbuh Barat, serta Lurah Subarang Batuang. Kehadiran mereka secara kolektif mempertegas komitmen sinergis antara pemerintah, stakeholder olahraga, dan masyarakat dalam membangun ekosistem sepak bola usia dini yang sehat dan berkelanjutan di Payakumbuh.
Lapangan Porseba yang menjadi saksi bisik hari itu pun siap menjadi medan tempaan bagi calon-calon bintang sepak bola masa depan. Setiap tendangan, setiap operan, dan setiap gol yang tercipta nantinya tidak hanya akan menambah angka di papan skor, tetapi juga akan mengukir pelajaran hidup tentang arti kerja keras, menghargai lawan, dan menerima hasil dengan lapang dada.
Dengan ditabuhnya genderang pembukaan Liga Askot PSSI Payakumbuh 2025, kota ini kembali meneguhkan komitmennya untuk tidak hanya melahirkan generasi muda yang unggul secara teknis di lapangan, tetapi juga yang memiliki akhlak dan karakter yang tangguh. Dari lapangan yang sederhana namun penuh makna inilah, harapan untuk melahirkan pesepak bola tangguh asal Payakumbuh yang mengharumkan nama daerah dan bangsa di kancah yang lebih besar, menjadi semakin nyata dan membara. Semangat yang bergema di Lapangan Porseba hari ini adalah benih yang suatu hari nanti diharapkan akan tumbuh menjadi pohon yang rindang dan berbuah manis bagi dunia sepak bola Indonesia.












