Seragam Baru, Semangat Baru: 496 Siswa SMP di Pariaman Terima Bantuan Pendidikan dari Pemko dan Bank Nagari
iNews Pariaman– Pagi itu, Kamis (16/10/2025), suasana di beberapa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Pariaman terasa berbeda dan penuh semangat. Bukan hanya karena rutinitas belajar, tetapi karena kehadiran Wali Kota Pariaman, Yota Balad, dan jajarannya yang membawa kabar gembira bagi ratusan siswa. Dalam kunjungan kerja yang penuh makna, Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman secara resmi meluncurkan penyerahan seragam sekolah gratis bagi 496 siswa SMP dari keluarga kurang mampu. Program ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah dalam mendukung pemerataan pendidikan, yang diperkuat melalui kolaborasi strategis dengan dunia usaha.
Sinergi Pemerintah dan Swasta untuk Masa Depan Pendidikan
Bantuan seragam ini bukan hanya sekadar program charity biasa, melainkan hasil dari sinergi yang apik antara Pemko Pariaman dan Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Nagari. Wali Kota Yota Balad, dalam sambutannya, memaparkan dengan rinci alokasi bantuan ini.
“Dari CSR Bank Nagari, bantuan disalurkan untuk 496 siswa SMP serta 289 siswa SD kelas 2 hingga 5, sehingga total penerima manfaat mencapai 785 siswa,” terang Yota Balad, didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Pariaman Hertati Taher, dan sejumlah pejabat lainnya.
Kolaborasi semacam ini menunjukkan pendekatan yang cerdas dalam menangani masalah sosial. Dana APBD yang terbatas dapat dimaksimalkan dampaknya dengan melibatkan tanggung jawab sosial perusahaan. Bank Nagari, sebagai bank milik pemerintah daerah, kembali menunjukkan kepeduliannya yang mendalam terhadap pembangunan sumber daya manusia di ranah lokal.
Komitmen Berkelanjutan untuk Keadilan Sosial
Program seragam gratis ini sejatinya adalah program unggulan dari pasangan Yota Balad-Mulyadi. Sebelumnya, Pemko Pariaman telah lebih dulu menyalurkan bantuan seragam untuk 1.371 murid kelas satu SD yang sepenuhnya dibiayai oleh APBD Kota Pariaman.
“Ini bagian dari komitmen kami dalam pemerataan pendidikan,” tegas Wali Kota.
Dua angka tersebut—1.371 seragam untuk SD dan 496 untuk SMP—bicara lebih keras daripada sekadar statistik. Mereka merepresentasikan upaya sistematis untuk memastikan bahwa latar belakang ekonomi tidak menjadi penghalang bagi seorang anak untuk bersekolah dengan layak. Seragam, meski terlihat sederhana, seringkali menjadi beban finansial yang signifikan bagi keluarga prasejahtera. Dengan mengalihkan beban ini ke pundak pemerintah dan mitra, orang tua dapat mengalokasikan dana mereka untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak, seperti buku dan makanan bergizi.
Kunjungan Langsung dan Penyemangat dari Pemimpin
Penyerahan bantuan tidak hanya dilakukan di balik meja. Wali Kota Yota Balad beserta rombongan secara langsung mengunjungi beberapa SMP, di antaranya SMPN 1, SMPN 3, SMPN 5, SMPN 7, SMPN 8, dan SMPN 9 Pariaman. Kunjungan ini memberikan nuansa personal dan perhatian yang mendalam. Para siswa tidak hanya menerima seragam, tetapi juga motivasi langsung dari pemimpin kota mereka.
Di hadapan para siswa, Wali Kota Yota Balad menyampaikan pesan yang membangkitkan semangat. “Jangan rendah diri, tetap semangat belajar, dan wujudkan cita-citanya. Semoga seragam ini bermanfaat dan digunakan dengan baik,” pesannya.
Kata-kata ini memiliki daya dorong yang kuat. Kehadiran figur pemimpin yang peduli dapat mematahkan stigma dan menumbuhkan rasa percaya diri pada anak-anak dari keluarga kurang mampu. Mereka diingatkan bahwa keadaan ekonomi keluarga mereka bukanlah takdir, dan bahwa masyarakat serta pemerintah percaya pada potensi mereka.












