Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Pemko Pariaman Siapkan “Car Free Night” Pertama, Dorong Ekonomi dan Pariwisata Warga

Pemerintah Kota Pariaman akan menggelar “Car Free Night” sebagai ajang hiburan malam ramah keluarga dan upaya menggerakkan perekonomian lokal. Kegiatan ini diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan dan pelaku UMKM.

Pariaman
Shoppe Mall

Pemko Pariaman Gelar Car Free Night untuk Geliat Ekonomi Warga

Pemko Pariaman akan gelar Car Free Night sebagai langkah kreatif dalam menggerakkan ekonomi masyarakat dan memperkenalkan destinasi wisata malam di kota tersebut. Program ini diinisiasi oleh Wali Kota Pariaman bersama Dinas Pariwisata dan Perdagangan sebagai bagian dari strategi pemulihan ekonomi pascapandemi.

Kegiatan “Car Free Night” rencananya akan dilaksanakan di kawasan Pantai Gandoriah dan sekitarnya, dengan menghadirkan berbagai hiburan rakyat, pertunjukan musik lokal, serta area kuliner dan UMKM. Pemerintah berharap, acara ini bisa menjadi ruang interaksi warga sekaligus wadah promosi bagi pelaku usaha lokal.

Shoppe Mall

Wali Kota Pariaman menegaskan, Car Free Night bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga bentuk nyata dukungan terhadap perputaran ekonomi daerah yang berbasis partisipasi masyarakat. “Kami ingin menciptakan suasana kota yang hidup di malam hari, namun tetap tertib dan ramah lingkungan,” ujarnya.


Konsep Car Free Night dan Harapan untuk UMKM Lokal

Konsep Car Free Night di Pariaman mengadaptasi kegiatan car free day yang biasanya digelar pagi hari, namun dengan nuansa malam yang lebih santai. Pada saat acara berlangsung, jalan utama akan ditutup dari kendaraan bermotor sehingga warga dapat berjalan kaki dengan aman menikmati suasana kota.

Pemerintah kota juga menyiapkan berbagai zona tematik, seperti zona kuliner, area pertunjukan musik, panggung seni tradisional, dan ruang bermain anak. Pelaku UMKM lokal akan diberikan kesempatan membuka stand gratis untuk memasarkan produk mereka.

Kepala Dinas Pariwisata menjelaskan bahwa program ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan UMKM setelah beberapa tahun menghadapi tantangan ekonomi. “Car Free Night membuka peluang bagi pedagang kecil untuk memperluas pasar dan menarik minat pengunjung,” katanya.

Selain sektor ekonomi, kegiatan ini juga mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan mengurangi emisi kendaraan. Pemerintah menyiapkan petugas kebersihan serta area daur ulang agar acara tetap ramah lingkungan.

Bagi wisatawan, Car Free Night menawarkan pengalaman baru menikmati suasana malam di Pariaman yang penuh warna dan budaya. Para pelaku seni lokal juga diberi ruang tampil agar dapat mengekspresikan kreativitasnya di hadapan masyarakat luas.


Sinergi Pemerintah dan Komunitas Sukseskan Car Free Night

Wali Kota Pariaman menyebut keberhasilan program ini bergantung pada sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat. Ia mengapresiasi antusiasme berbagai pihak yang turut mendukung penyelenggaraan Car Free Night, termasuk komunitas sepeda, fotografer, serta kelompok seniman muda.

Untuk memastikan keamanan, Pemko bekerja sama dengan kepolisian dan Satpol PP dalam mengatur arus lalu lintas serta menyiapkan jalur evakuasi darurat. Setiap pengunjung diwajibkan menjaga ketertiban dan kebersihan area acara.

Sementara itu, pelajar dan mahasiswa juga dilibatkan sebagai relawan dalam kegiatan sosial dan edukatif selama acara berlangsung. Mereka akan membantu pengunjung, sekaligus menyosialisasikan pentingnya gaya hidup sehat tanpa kendaraan bermotor.

Di sisi lain, pedagang menyambut baik rencana ini. Banyak dari mereka menyiapkan menu khas Pariaman seperti sala lauak, sate piaman, hingga es tebak untuk dijajakan di area kuliner malam.

“Biasanya, pasar sepi kalau malam. Tapi kalau ada Car Free Night, kami yakin jualan bisa meningkat,” ujar salah satu pedagang kuliner di Pantai Gandoriah dengan semangat.

Kegiatan ini juga diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan dari kota sekitar seperti Padang dan Bukittinggi yang ingin menikmati suasana berbeda di malam hari.

Pariaman akan Gelar Car Free Night

Baca Juga : PKK Padang Pariaman: Mendorong Kemandirian Pangan Masyarakat Melalui Program Inovatif

Pariaman Menuju Kota Wisata Malam yang Berdaya Saing

Melalui pelaksanaan Car Free Night Pariaman, pemerintah kota ingin membangun citra Pariaman sebagai kota wisata yang hidup 24 jam, tidak hanya di siang hari. Program ini menjadi langkah strategis untuk memperpanjang lama kunjungan wisatawan dan memperkuat ekonomi lokal.

Wali Kota menyebut bahwa kegiatan serupa akan dijadwalkan secara rutin setiap bulan, terutama pada akhir pekan atau menjelang hari besar nasional. Tujuannya agar Car Free Night menjadi agenda tetap yang ditunggu masyarakat.

Selain hiburan, pemerintah juga berencana menghadirkan ruang literasi, pasar kreatif, dan kegiatan olahraga ringan seperti senam malam dan zumba. Dengan begitu, acara tidak hanya berfokus pada perdagangan, tetapi juga membangun gaya hidup sehat dan interaksi sosial positif.

“Car Free Night akan menjadi kebanggaan kita bersama. Ini bukan sekadar acara, tapi simbol gotong royong masyarakat Pariaman dalam membangun ekonomi dan pariwisata,” ujar Wali Kota.

Kegiatan ini juga akan dikemas dengan tema budaya lokal agar identitas Pariaman tetap menonjol. Musik talempong, tarian piring, hingga pameran batik Minang akan tampil menghiasi malam tanpa kendaraan tersebut.

Dengan dukungan penuh dari semua pihak, Pariaman optimistis menjadi kota kecil dengan ekonomi kreatif yang tangguh, hijau, dan ramah wisatawan.


Car Free Night Jadi Wajah Baru Pariaman yang Dinamis

Program Car Free Night Pemko Pariaman menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menghadirkan kegiatan kreatif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Selain menghidupkan ekonomi warga, kegiatan ini memperkuat kebersamaan dan kebanggaan terhadap kota sendiri.

Dengan sinergi antara pemerintah, UMKM, komunitas, dan warga, Pariaman siap menunjukkan dirinya sebagai kota pesisir yang tidak hanya indah di siang hari, tetapi juga semarak di malam hari.

Shoppe Mall