Pemkot Pariaman Bagikan 1.125 Ayam KUB untuk Warga Berdayakan Ekonomi Lokal
Pemerintah Kota Pariaman melalui Dinas Pertanian dan Peternakan baru-baru ini meluncurkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan membagikan 1.125 ekor ayam Kampung Unggul Balita (KUB) kepada 75 keluarga penerima manfaat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui usaha peternakan ayam yang berpotensi menghasilkan pendapatan tambahan yang signifikan. Setiap keluarga penerima manfaat diberikan 15 ekor ayam KUB, yang dikenal memiliki produktivitas tinggi dalam menghasilkan telur dan daging.
Ayam KUB adalah jenis ayam lokal yang dikembangkan dengan kualitas unggul, sehingga sangat cocok untuk dikembangkan dalam skala rumah tangga maupun usaha kecil. Program ini diharapkan dapat mendorong warga, khususnya di wilayah pedesaan, untuk lebih mandiri dalam mengelola usaha ternak dan memperkuat perekonomian lokal.
Wali Kota Pariaman, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa program pembagian ayam KUB ini merupakan langkah nyata Pemkot Pariaman dalam mendukung penguatan ekonomi keluarga melalui sektor peternakan. Melalui kegiatan ini, diharapkan warga dapat memperoleh pendapatan yang berkelanjutan dan meningkatkan ketahanan pangan di daerah. Dengan pemberian ayam KUB, Pemkot berharap para penerima manfaat dapat mengelola usaha ternak ini dengan baik dan mengembangkan potensi ekonomi di tingkat rumah tangga.
Pemberdayaan Peternakan Ayam KUB untuk Peningkatan Kesejahteraan
Ayam KUB merupakan pilihan tepat bagi masyarakat yang ingin memulai usaha ternak dengan modal yang relatif terjangkau dan risiko yang minim. Dikenal karena daya tahan tubuh yang kuat dan kemampuan beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan, ayam KUB dapat berkembang biak dengan cepat, menghasilkan telur dan daging dalam jumlah yang cukup untuk dikonsumsi atau dijual.
Bagi warga yang menerima ayam KUB, keuntungan jangka panjang yang bisa diperoleh cukup menjanjikan. Setiap ayam KUB mampu menghasilkan telur dalam jumlah yang stabil, sementara daging ayamnya juga diminati pasar lokal. Bahkan, beberapa penerima manfaat yang telah berpengalaman dalam beternak ayam KUB melaporkan bahwa mereka mampu memperoleh pendapatan tambahan yang cukup signifikan dari penjualan telur dan daging ayam.
Lebih dari itu, Pemkot Pariaman juga memberikan pendampingan kepada para penerima manfaat agar mereka dapat memelihara ayam KUB dengan cara yang benar. Melalui pelatihan mengenai perawatan ayam, pemberian pakan yang baik, serta manajemen usaha ternak, diharapkan mereka dapat mengelola usaha peternakan secara lebih profesional dan mandiri. Tak hanya itu, Pemkot juga mengusahakan agar produk ternak dari warga dapat dipasarkan dengan lebih mudah melalui berbagai saluran distribusi, sehingga mereka mendapatkan keuntungan yang lebih optimal.

Baca Juga : Bupati JKA Dorong Normalisasi Batang Ulakan, Harap Dukungan Kuat dari Pemerintah Pusat
Dampak Positif Program Ayam KUB bagi Ekonomi Pariaman
Program pembagian ayam KUB ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada penerima bantuan, tetapi juga memberikan dampak positif yang lebih luas bagi perekonomian Kota Pariaman. Dengan meningkatnya jumlah peternak ayam di wilayah tersebut, sektor peternakan unggas diharapkan dapat berkembang lebih pesat, yang pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Selain itu, keberhasilan program ini dapat membuka peluang untuk usaha lain yang berkaitan dengan peternakan ayam, seperti pembuatan pakan, penjualan peralatan peternakan, dan usaha pengolahan hasil ternak.
Dari sisi ketahanan pangan, distribusi ayam KUB akan memperkuat ketahanan pangan lokal dengan menyediakan sumber protein hewani yang berkualitas. Selain itu, keberhasilan peternakan ayam ini diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja baru, baik untuk individu yang langsung terlibat dalam usaha ternak, maupun bagi mereka yang bekerja di sektor pendukung lainnya.
Pemkot Pariaman berencana untuk memperluas program ini dengan membagikan ayam KUB kepada lebih banyak keluarga yang belum terjangkau. Mereka juga akan memperkenalkan inovasi dalam sektor peternakan, seperti peningkatan kapasitas produksi telur dan daging ayam, serta pengolahan produk ternak untuk nilai tambah yang lebih tinggi.












