Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Dalam Rapat Virtual, Pemko Pariaman Paparkan Keberhasilan Turunkan Stunting ke 15,7%

Dalam Rapat Virtual, Pemko Pariaman Paparkan Keberhasilan Turunkan Stunting ke 15,7%

Shoppe Mall

Pariaman Paparkan Capaian Penurunan Stunting di Hadapan Tim Penilai Provinsi Sumbar: Bukti Komitmen dan Inovasi yang Berbuah Hasil

iNews Pariaman– Dalam sebuah ruang rapat di Bappeda Kota Pariaman, pada Rabu (1/10/2025), suasana tampak serius namun penuh optimisme. Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, melalui pertemuan virtual, memaparkan sebuah laporan kinerja yang membanggakan: capaian signifikan dalam penurunan angka stunting. Mereka hadir di hadapan Tim Penilai Kinerja dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mempresentasikan pelaksanaan 8 aksi konvergensi pencegahan stunting tahun 2024.

Acara yang dihadiri oleh tim panelis lintas sektor provinsi—mulai dari Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, BKKBN, hingga organisasi profesi seperti PERSAGI dan HAKLI Sumbar—ini menjadi ajang akuntabilitas sekaligus bukti keseriusan Pariaman dalam memerangi masalah gizi kronis ini.

Shoppe Mall

Tren Positif: Dari 20,3% ke 15,7% dalam Empat Tahun

Plt. Kepala Bappeda Kota Pariaman yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Adi Junaidi, dengan penuh keyakinan memaparkan data yang menggembirakan. Angka stunting di Kota Pariaman menunjukkan tren penurunan yang konsisten dalam empat tahun terakhir.

“Pada 2021 angka stunting berada di 20,3 persen, turun menjadi 15,7 persen pada 2024. Capaian ini lebih baik dibandingkan rata-rata provinsi yang masih di atas 23 persen dan lebih rendah dari angka nasional 19,8 persen,” ungkap Adi di hadapan para penilai.

Pemkab Padang Pariaman Tegaskan Komitmen Tuntaskan Stunting - Sumbarkita.id

Baca Juga: Di Jantung Sumatera, Festival Pasar Rakyat 2025 Hidupkan Ekonomi Bukittinggi

Pernyataan ini bukan sekadar klaim. Angka tersebut menempatkan Pariaman sebagai salah satu daerah dengan prevalensi stunting terendah di Sumatera Barat, sebuah prestasi yang patut diacungi jempol mengingat kompleksitas penanganan stunting. Adi menegaskan bahwa capaian ini adalah buah dari komitmen kuat Pemko Pariaman yang diwujudkan melalui intervensi gizi spesifik dan sensitif, kolaborasi lintas sektor, serta partisipasi aktif masyarakat yang terus digalakkan.

Fokus pada Daerah Rawan: Pariaman Utara dan Selatan

Meski secara keseluruhan angka menunjukkan kemajuan, Pemko Pariaman tidak berpuas diri. Adi Junaidi dengan jujur mengakui bahwa dua kecamatan, yaitu Pariaman Utara dan Pariaman Selatan, masih menyisakan pekerjaan rumah. Kedua wilayah ini masih memiliki prevalensi stunting di atas 10 persen.

“Karena itu, kedua kecamatan tersebut menjadi fokus utama intervensi dengan pendekatan lebih intensif, terintegrasi, dan berkelanjutan,” tegas Adi.

Pernyataan ini menunjukkan pendekatan yang berbasis data dan tepat sasaran. Alih-alih menyamaratakan program, Pemko Pariaman memusatkan sumber daya dan energi di daerah yang paling membutuhkan, memastikan bahwa tidak ada satu pun wilayah yang tertinggal dalam perjalanan menuju zero stunting.

Strategi Komprehensif: Dari 1000 HPK hingga Penguatan Posyandu

Lantas, apa rahasia di balik kesuksesan ini? Adi Junaidi memaparkan sejumlah strategi kunci yang dijalankan secara konsisten. Fokus utama tertuju pada pemenuhan gizi sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang merupakan periode emas penentu kualitas sumber daya manusia.

“Kita mengoptimalkan Posyandu, memperkuat kader, memastikan ketersediaan pangan bergizi, dan memberikan dukungan sosial bagi keluarga,” paparnya.

Intervensi yang dijalankan bersifat multi-dimensional, mencakup:

  • Promosi pemberian ASI eksklusif.

  • Layanan kesehatan yang komprehensif untuk bayi dan balita.

  • Perbaikan sanitasi dan akses air bersih.

  • Penguatan sistem data dan monitoring untuk memastikan intervensi tepat sasaran.

Inovasi Lokal: SINIMIL SANTIANG dan SIKEKE LANGSING

Yang membuat penanganan stunting di Pariaman semakin menarik adalah lahirnya inovasi-inovasi lokal yang kreatif dan efektif. Adi memperkenalkan dua program unggulan:

  1. SINIMIL SANTIANG (Siap Nikah dan Hamil Segera Cegah Stunting): Program ini dirancang untuk melakukan pencegahan sedini mungkin, bahkan sebelum kelahiran. SINIMIL SANTIANG mendampingi calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga dengan balita, memberikan edukasi dan pendampingan berkelanjutan. Pada 2024, program ini telah berhasil mendampingi langsung 40 sasaran oleh Tim Pendamping Keluarga.

  2. SIKEKE LANGSING (Sinergi Keroyok Kampung KB Lancarkan Penanganan Stunting): Inovasi berbasis teknologi ini memanfaatkan website Kampung KB untuk mendampingi keluarga berisiko stunting. Konsep “keroyok” yang terkandung dalam namanya merefleksikan semangat gotong royong dan sinergi semua pihak. Hingga 2024, melalui SIKEKE LANGSING, telah terverifikasi lebih dari 2.800 keluarga pasangan usia subur, sebuah cakupan yang sangat luas dan menjanjikan.

Kedua inovasi ini menunjukkan bahwa penanganan stunting tidak hanya tentang program yang “dari atas”, tetapi juga tentang merancang solusi yang kontekstual, mudah diakses, dan melibatkan komunitas.

Shoppe Mall