Pemkot Pariaman Wujudkan Keadilan Sosial, Berikan Hunian Layak Melalui Bedah RTLH
iNews Pariaman– Di tengah gegap gempita pembangunan nasional, Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat, konsisten menancapkan komitmennya pada hal yang paling mendasar: memastikan setiap warganya memiliki tempat tinggal yang layak. Melalui program strategis Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Pemkot Pariaman tidak hanya membangun struktur fisik, tetapi juga menegakkan pilar-pilai kemanusiaan dan keadilan sosial.
Komitmen Kepemimpinan: Seluruh Warga Berhak atas Hunian Layak
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, dengan tegas menyatakan posisinya: “Setiap warga Pariaman berhak mendapatkan tempat tinggal yang layak.” Pernyataan ini bukan sekadar retorika politik, melainkan kompas yang menuntun setiap kebijakan dan aksi nyata pemerintahannya.
“Program bedah rumah ini adalah ikhtiar kita bersama, didukung oleh berbagai pihak karena target kita selama memimpin adalah semua masyarakat Kota Pariaman yang memiliki RTLH akan mendapatkan hunian layak,” tegas Yota Balad di Pariaman, Selasa.

Baca Juga: Pagi yang Cerah untuk Pertanian Pariaman: 18 Poktan Terima Bantuan Alsintan Senilai Miliaran Rupiah
Visi kepemimpinan Yota Balad jelas dan terukur. Ini bukan program tambal sulam, melainkan sebuah misi sistematis untuk mengeliminasi masalah RTLH di wilayahnya. Program ini merupakan manifestasi konkret dari perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan paling primer: tempat tinggal yang sehat dan layak.
Kolaborasi Strategis: Baznas sebagai Mitra Utama
Yang menarik dari pendekatan Pemkot Pariaman adalah kemampuannya membangun kolaborasi strategis dengan berbagai pihak. Menyadari keterbatasan anggaran daerah, pemerintah kota secara cerdas menjalin kemitraan dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat.
Baznas Pariaman telah membuktikan komitmennya sebagai mitra pembangunan. Pada bulan lalu, setidaknya tiga RTLH di Pariaman telah dibedah dengan pembiayaan dari Baznas. Tidak berhenti di situ, pada bulan ini, lembaga zakat nasional tersebut kembali membedah tiga rumah warga lainnya.
Kolaborasi ini menunjukkan sinergi yang brilliant antara kewajiban negara dalam mensejahterakan rakyat dan peran strategis zakat dalam mengatasi masalah kemiskinan struktural. Dana zakat yang dikelola secara profesional terbukti dapat menjadi solusi nyata bagi permasalahan sosial di tingkat akar rumput.
Pendekatan Multi-Pihak: Mencari Solusi di Tengah Keterbatasan
Keterbatasan finansial tidak lantas membuat Pemkot Pariaman berpangku tangan. Sebaliknya, kondisi ini justru memicu kreativitas dan inisiatif untuk mencari solusi alternatif.
Yota Balad mengakui, “Kita memang telah mengusulkan bantuan sesuai data yang diterima ke pemerintah pusat, namun sebelum bantuan dari pusat itu disetujui, kita juga tetap mencari solusi.”
Proaktifitas ini terwujud dalam perluasan jejaring kolaborasi. Selain Baznas Kota Pariaman, pemerintah juga meminta bantuan Baznas Provinsi Sumatera Barat dan anggota DPR untuk ikut serta dalam program bedah RTLH di daerah tersebut.
“Ini semua kita lakukan karena mengingat kondisi keuangan Kota Pariaman yang tidak mungkin membantu semua RTLH,” ujar Yota dengan jujur.












