World Bank kunjungi Kota Pariaman untuk menilai secara langsung bagaimana daerah tersebut mampu menekan angka stunting hingga menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia. Kunjungan ini menunjukkan bahwa strategi Pariaman dalam menurunkan stunting mulai mendapat perhatian global.
Program Pariaman Dinilai Efektif oleh Tim Internasional
Perwakilan World Bank dibuat terkesan oleh berbagai program gizi yang diterapkan di Pariaman.
Mereka menyebut pendekatan daerah ini sangat sistematis dan berkesinambungan.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau posyandu, dapur gizi, hingga rumah penerima manfaat.
Mereka mengamati bagaimana pemeriksaan balita dilakukan secara teratur.
Petugas menjelaskan bahwa setiap anak dipantau pertumbuhannya secara berkala.
Jika ditemukan indikasi risiko stunting, intervensi langsung diberikan.
World Bank menilai konsistensi tenaga kesehatan menjadi salah satu faktor utama keberhasilan.
Kader posyandu bekerja tanpa lelah untuk memastikan semua anak terpantau.
Kunjungan ini juga membuktikan bahwa kolaborasi masyarakat dan pemerintah bisa menghasilkan perubahan besar.
Strategi Lintas Sektor Pariaman Jadi Sorotan
Tim Nasional penanganan stunting menyebut strategi lintas sektor Pariaman sebagai contoh nyata keberhasilan daerah.
Kolaborasi dilakukan mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, sosial, hingga perangkat desa.
Program edukasi gizi bagi ibu hamil dan remaja putri mendapat pujian khusus.
Langkah ini dianggap mampu mencegah stunting sejak masa kehamilan.
Selain itu, Pemko Pariaman mendorong penggunaan pangan lokal sebagai asupan tambahan.
Ikan, telur, dan sayuran segar menjadi menu wajib program gizi.
Sekolah-sekolah juga terlibat dengan memberikan edukasi mengenai makanan sehat.
Anak-anak diajarkan cara memilih makanan bergizi dan menghindari pola makan buruk.
Tim Nasional menilai bahwa kunci keberhasilan Pariaman terletak pada pendekatan yang tidak hanya remedial, tetapi juga preventif.
Baca Juga : Pemko Pariaman Siapkan “Car Free Night” Pertama, Dorong Ekonomi dan Pariwisata Warga
Dampak Positif Mulai Terasa di Masyarakat
Tak hanya angka stunting yang menurun, kualitas hidup warga Pariaman juga meningkat.
Balita terlihat lebih aktif dan sehat dibanding beberapa tahun lalu.
Ibu-ibu mengaku kini lebih paham pentingnya gizi seimbang.
Mereka mampu menerapkan pola makan sehat meski dengan budget terbatas.
Pemerintah juga memperbaiki sanitasi dan akses air bersih.
Dua faktor ini berperan besar dalam mencegah penyakit yang memperburuk gizi anak.
Kunjungan World Bank memberi motivasi kuat bagi pemerintah dan warga.
Mereka merasa apa yang dilakukan selama ini tidak sia-sia.
Dengan dukungan pusat dan lembaga internasional, Pariaman optimis mampu menjadi daerah bebas stunting dalam waktu dekat.
Langkah-langkah lanjutan pun sudah disiapkan agar penurunan angka stunting tetap berkelanjutan.












