Pariaman Kini Punya BLK Al Jamiliyah: Cetak SDM Unggul dan Santri Berdaya Saing
iNews Pariaman– Langit Senin (6/10/2025) yang cerah di Kompleks Masjid Raya Pariaman seakan menyimbolkan harapan baru bagi masa depan generasi muda Kota Pariaman. Di hadapan para santri, masyarakat, dan undangan, Wali Kota Pariaman, Yota Balad, dengan penuh keyakinan meresmikan Balai Latihan Kerja Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiah (BLK-PPMTI) Al-Jamiliyah. Peresmian ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan sebuah terobosan strategis yang menjawab tantangan zaman: menyatukan kekuatan iman dan ketanggihan skill (life skill).
Berlokasi strategis di Kelurahan Kampung Perak, BLK Al Jamiliyah hadir sebagai wadah pelatihan vokasi yang inklusif, terbuka tidak hanya bagi santri tetapi juga untuk masyarakat umum. Keberadaannya menandai babak baru dalam upaya Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak hanya kompeten secara spiritual tetapi juga profesional di dunia kerja.
Merajut Asa di Bawah Naungan Masjid Raya
Lokasi BLK yang berada di dalam kompleks Masjid Raya Pariaman memiliki makna yang mendalam. Ini adalah simbol integrasi antara penguatan karakter, moral, dan etos kerja Islami dengan penguasaan kompetensi teknis yang dibutuhkan industri. Suasana yang religius diharapkan dapat membentuk para peserta pelatihan menjadi tenaga kerja yang tidak hanya terampil, tetapi juga jujur, amanah, dan berintegritas.
Dalam sambutannya yang penuh semangat, Wali Kota Yota Balad menegaskan bahwa BLK ini adalah jawaban atas kebutuhan akan peningkatan daya saing generasi muda.
Baca Juga: Dalam Rapat Virtual, Pemko Pariaman Paparkan Keberhasilan Turunkan Stunting ke 15,7%
“Dengan adanya latihan di BLK ini, peserta bisa meningkatkan daya saing untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan profesional,” tegas Yota. Ia melanjutkan, “Ini bukan sekadar tentang mencari kerja, tetapi tentang memenuhi kebutuhan ekonomi, membuka pintu wirausaha, dan pada ujungnya, meningkatkan taraf hidup keluarga masyarakat Pariaman.”
Sinergi Kebijakan: Dari Satu Rumah Satu Sarjana Plus hingga Tenaga Tersertifikasi
Kehadiran BLK Al Jamiliyah bukanlah sebuah program yang berdiri sendiri. Ia merupakan batu pijakan penting dalam sebuah ekosistem pembangunan SDM yang lebih besar yang digagas Pemko Pariaman.
Yota Balad menjelaskan dengan rinci bagaimana BLK ini sejalan dan mendukung program-program unggulan daerah. “Program ini selaras dengan kebijakan kami dalam mencetak SDM yang kompeten dan siap kerja. Ia menjadi tulang punggung bagi program Satu Rumah Satu Sarjana Plus,” ujarnya.
“Plus-nya di sin Plus-nya adalah keterampilan vokasi dan sertifikasi profesional. Jadi, selain berijazah sarjana, pemuda kita juga memiliki skill spesifik yang langsung bisa diterapkan di dunia kerja atau untuk berwirausaha,” tambah Yota, menerangkan konsep yang lebih komprehensif dari sekedar mengejar gelar akademik.
Tidak hanya itu, BLK Al Jamiliyah juga difungsikan sebagai pusat pelatihan pra-seleksi sekolah kedinasan. Hal ini memberikan bekal yang signifikan bagi para calon peserta ujian, meningkatkan peluang mereka untuk lolos dalam seleksi yang semakin ketat.
“Ini merupakan bagian dari komitmen kami di Pemko Pariaman dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat serta mencetak tenaga kerja yang kompeten dan tersertifikasi. Sertifikasi ini adalah ‘paspor’ mereka untuk diakui di tingkat nasional bahkan internasional,” tegasnya.
Dukungan Nyata untuk Pemerataan Pembangunan SDM
Wali Kota Yota Balad juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengelola Yayasan BLK-PPMTI Al-Jamiliyah. Inisiatif swadaya masyarakat berbasis pesantren ini dinilai sebagai bentuk gotong royong yang sangat efektif dalam mempercepat pembangunan.
“Kehadiran BLK ini adalah dukungan nyata terhadap kinerja pemerintah daerah dan visi pemerintah pusat dalam pemerataan pembangunan sumber daya manusia,” ucap Yota. Ia melihat kolaborasi seperti ini sebagai kunci untuk memperluas akses pelatihan kerja hingga ke akar rumput, menjangkau mereka yang mungkin belum tersentuh oleh program pemerintah pusat.
Dengan adanya BLK yang dikelola secara profesional oleh yayasan pesantren, diharapkan semangat kewirausahaan dan komunitas akan semakin tumbuh subur. Pelatihan tidak hanya berfokus pada hard skill, tetapi juga soft skill dan mentalitas kewirausahaan yang mandiri.
Masa Depan Cerah untuk Santri dan Warga Pariaman
Keberadaan BLK Al Jamiliyah bagai oase di tengah gurunnya tantangan ketenagakerjaan. Ia menawarkan harapan konkret bagi para santri untuk tidak lagi dihadapkan pada pilihan biner: mengabdi di pesantren atau terjun ke dunia kerja tanpa bekal yang memadai. Kini, mereka bisa menjadi santri yang alim sekaligus teknisi listrik andal, programmer handal, atau wirausaha sukses yang paham digital marketing.
Bagi masyarakat umum, BLK ini adalah kesempatan kedua untuk mengasah kemampuan, beralih profesi, atau memulai usaha tanpa harus meninggalkan kota mereka. Ini adalah investasi jangka panjang Pariaman untuk menahan laju urbanisasi dengan menciptakan lapangan kerja yang berkualitas dari SDM yang disiapkan secara matang.












